Karbala - Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khemenei, dijadwalkan dibawa ke Irak untuk singgah di dua kota suci umat Syiah, Najaf dan Karbala, sebelum dimakamkan di Kota Mashhad, Iran. Rangkaian penghormatan terakhir tersebut mencerminkan pentingnya kedua kota itu dalam tradisi keagamaan Syiah, sekaligus menjadi bentuk penghormatan dari para ulama dan pemimpin agama di Irak.
Menurut laporan Anadolu, jenazah Khemenei akan dibawa ke Najaf dan Karbala pada Rabu (8/7). Di kedua kota tersebut, para pemimpin Syiah dijadwalkan memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diterbangkan kembali ke Iran untuk dimakamkan di Mashhad.
Bagi umat Syiah, Najaf dan Karbala memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Kedua kota yang berada di Irak itu menjadi pusat spiritual dan tujuan utama ziarah jutaan penganut Syiah dari berbagai negara setiap tahunnya.
Najaf, yang berjarak sekitar 770 kilometer dari Teheran, dikenal sebagai salah satu kota paling suci dalam Islam Syiah. Kota ini diyakini sebagai tempat dimakamkannya Imam Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW dan tokoh yang paling dihormati dalam tradisi Syiah.
Keberadaan makam Imam Ali menjadikan Najaf sebagai pusat pendidikan keagamaan dan tujuan ziarah utama. Tidak sedikit keluarga yang membawa jenazah kerabat mereka untuk dimakamkan di sekitar kawasan suci tersebut karena diyakini memiliki keutamaan tersendiri.
Sementara itu, Karbala yang berjarak sekitar 900 kilometer dari Teheran memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi umat Syiah. Kota ini menjadi lokasi terjadinya Perang Karbala pada tahun 680 M, peristiwa yang menewaskan Imam Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa tersebut dipandang sebagai simbol perjuangan menegakkan kebenaran dan menolak kezaliman. Karena itu, setiap tahun jutaan peziarah memadati Karbala, terutama pada peringatan Asyura dan Arbain, untuk mengenang pengorbanan Imam Husain.
Persinggahan jenazah Ayatollah Ali Khemenei di Najaf dan Karbala dinilai memiliki makna simbolis yang kuat. Selain menjadi penghormatan terakhir dari para ulama Syiah di Irak, perjalanan tersebut juga mencerminkan eratnya hubungan spiritual antara Iran dengan dua kota suci yang menjadi pusat kehidupan keagamaan Syiah.
Setelah rangkaian penghormatan di Irak selesai dilaksanakan, jenazah Khemenei dijadwalkan kembali ke Iran untuk dimakamkan di Kota Mashhad.
Sumber : Anadolu | Weblink : https://aa.com.tr/en/middle-east/body-of-iran-s-former-supreme-leader-khamenei-carried-in-tehran-funeral-procession/3986938